- Shalat Idul Adha 1447 H di Selayar Akan Digelar Terpusat di Masjid Rahmatan Lil Alamin
- Kejujuran Irwan Diganjar Motor dari Pangdam dan Uang Tunai dari Dandim Selayar di Penutupan TMMD
- Bupati Selayar Terima Audiensi Kemensos RI, Bahas Kampung Sejahtera dan Sekolah Rakyat
- Ketua TP PKK Selayar Tekankan Pengelolaan Sampah Berbasis Keluarga dalam Pembekalan Kader Rumah Pilah
- Coffee Morning Para Jenderal bersama Bupati di Warkop Lagenda Bahas Sinergi Pembangunan Selayar
- Dankodaeral VI Optimistis Pembangunan Lanal Selayar Segera Dimulai, Anggota Komisi 1 DPR RI siap kawal
- Penanaman Kedelai Sinergi Kodaeral VI dan Pemkab Selayar mendapat perhatian dari Anggota Komisi 1 DPR RI Achmad Daeng Sere
- Kodaeral VI dan Pemkab Selayar Tanam Kedelai, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional di Desa Bontotangnga
- Anggota Komisi 1 DPR RI Achmad Daeng Sere Bawa Pejabat Mabes TNI dan Kemenhan keselayar disambut Bupati dan Wabup
- Pangdam dan Dankodaeral Dukung Program GEMERLAP dan GEMETAR di Selayar
Pemerintah Desa Diminta Pahami Kewajiban Terkait PBB-P2, BPKPD: Ini Demi Kepentingan Bersama

KEPULAUAN SELAYAR — Menyikapi keluhan sejumlah kepala desa terkait penundaan pencairan Anggaran Dana Desa (ADD), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kepulauan Selayar memberikan penjelasan.
Kebijakan penundaan pencairan ADD tersebut bukan tanpa dasar, melainkan sebagai bentuk penegasan atas kewajiban desa dalam menyelesaikan penagihan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Namun demikian, tidak semua desa mengalami penundaan. Beberapa desa yang menunjukkan progres positif dalam penagihan tunggakan PBB-P2 telah mendapatkan persetujuan pencairan ADD.
Baca Lainnya :
- DWP Kabupaten Kepulauan Selayar Gelar Seminar, Ini Pembicaranya 0
- Kunjungan Kerja Safari Ramadan, Wabup Muhtar Bagi Tim ke Tiga Kecamatan di Kepulauan Selayar0
- Selayar Pertahankan Rekor WTP ke-9, Bupati Natsir Ali Apresiasi Kerja Keras Perangkat Daerah0
- Bupati Kepulauan Selayar Pimpin Rakor Tim Satgas Percepatan Pembangunan Kelistrikan Kepulauan Selayar Bersama PLN 0
- Cabor Dayung Selayar Loloskan 30 Nomor ke Porprov 20220
“Perlu kami sampaikan, beberapa desa sudah kami acc pencairan ADD-nya karena ada progres nyata dalam penyelesaian penagihan tunggakan PBB-P2. Jadi ini bukan penahanan sepihak. Siapa yang melaksanakan kewajibannya, akan kami proses sesuai ketentuan,” ujar Kaban BPKPD Nursal Ikhsan saat dikonfirmasi, pada Kamis malam(19/6/2025).
kebijakan ini bukan untuk mempersulit pemerintah desa, apalagi perangkatnya. Namun, desa juga harus memahami bahwa PBB-P2 merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi daerah untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik, termasuk untuk kepentingan desa itu sendiri.
Menurutnya, ADD memang menjadi hak desa, namun pemerintah desa juga memiliki kewajiban membantu optimalisasi pendapatan daerah melalui percepatan penagihan tunggakan PBB-P2. Keseimbangan antara hak dan kewajiban inilah yang menjadi dasar kebijakan tersebut diterapkan.
“Kami juga memahami kondisi di lapangan, tapi ini adalah tanggung jawab bersama. PBB-P2 ini bukan hanya kewajiban pemerintah desa untuk menagih , tetapi juga masyarakat sebagai wajib pajak. Karena itu, kami mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara desa, perangkat RT/RW, dan masyarakat khususnya untuk segera menyelesaikan tunggakan pajak yang masih ada,” imbuhnya.
Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa kondisi serupa dialami oleh Pemkab sendiri dalam hubungannya dengan pemerintah pusat. Dana transfer untuk kabupaten juga akan mengalami penundaan pencairan jika kewajiban administrasi belum tuntas.
“Kami memahami keresahan para perangkat desa. Tapi kami juga meminta pemerintah desa memahami, bahwa daerah pun akan menghadapi hal yang sama dari pusat. Ini soal tanggung jawab bersama.” tegasnya
Ikhsan menegaskan pihaknya tetap terbuka untuk berdialog dengan para kepala desa guna mencari solusi terbaik. Termasuk mekanisme pencairan bertahap atau insentif lainnya, selama ada komitmen kuat dari desa untuk menyelesaikan kewajiban PBB-P2.
“Tujuan kita satu: mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tapi ini harus dibangun di atas pondasi tanggung jawab bersama,” tutupnya. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)