Breaking News
- Bupati Natsir Ali Ajak Masyarakat Selayar Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
- Bupati Natsir Ali Perkuat Posisi Selayar di Tingkat Nasional Lewat Kerja Sama Strategis dengan Ditjen KSDAE
- Pemkab Selayar dan Baznas Gelar Peringatan 1 Muharram 1448 H, Gaungkan Spirit Hijriyah untuk Pembangunan Daerah
- Prof. Abdul Kadir Gantikan Dr. Syamsul Rizal Pimpin PERMAS, Bupati Natsir Ali Ucapkan Selamat dan Terima Kasih
- Evaluasi Pasca CSP XIX, Pemkab Selayar Gelar Rakor, Wujudkan Desa Bersih, Aman, dan Ramah Wisatawan
- Wabup Selayar Buka Munas XI PERMAS 2026, Ajak Perantau Bersinergi Bangun Daerah
- Hadiri Diseminasi Kemenkeu, Bupati Natsir Ali Dalami Skema KPBU Guna Percepat Pembangunan Daerah
- Pembukaan Kapolres Cup II 2026, Sekda Sampaikan Komitmen Bupati Majukan Sepak Bola Selayar
- Selayar Tumbuh 9,83 Persen, Natsir Ali–Muhtar Antar Ekonomi Daerah ke Peringkat Dua Sulsel
- Wabup Muhtar Hadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Sulsel, Tegaskan Dukungan Pemda Selayar
Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar Besuk Pasien Korban Pengoroyokan di RS Wahidin Makassar

MAKASSAR - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kepulauan Selayar Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli bersama pengurus PKK lainnya, Senin siang (11/2/2019) membesuk pasien Sukri yang sementara dirawat inap di RS Wahidin, Lontara 2 Kamar VIIB, Kelas 3, Makassar Sulawesi Selatan.
Sukri adalah seorang warga Kabupaten Kepulauan Selayar yang masih duduk di bangku kelas 3 SMPN 3 yang terpaksa dirujuk ke RS Wahidin Makassar karena mengalami patah rahang yang menjadi korban pengoroyokan yang diduga salah sasaran beberapa waktu lalu.
Disela-sela kunjungannya Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar terlihat turut prihatin atas peristiwa yang menimpa Sukri sembari memberikan motivasi kepada pasien serta keluarga yang ditemui di RS Wahidin.
Sementara Dg. Sano kakak kandung korban yang dimintai keterangannya bahwa saat ini kondisi Sukri belum banyak menunjukkan perubahan yang signifikan. Sejauh ini Sukri hanya mampu mengkonsumsi bubur sari dan susu.
Menurut Dg. Sano yang mendampingi korban di RS Wahidin, Sukri akan menjalani operasi dijadwalkan Rabu 13 Februari 2019.
Masih keterangan dari Dg. Sano, bahwa Sukri tinggal bersamanya di Pa'batuang Kelurahan Benteng Selatan Kecamatan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar. Sukri sudah yatim piatu. Sepulang dari sekolah Sukri menjadi kondektur mobil pengangkut batu merah.
Hingga berita ini diturunkan belum diketahui motif dari pengoroyokan tersebut, karena belum ada konfirmasi resmi ke Polres Kepulauan Selayar.
Sejauh ini bantuan terus mengalir melalui donasi untuk biaya pengobatan Sukri. Keluarga korban mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan dan perhatiannya terhadap Sukri. (IM)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpeg)