- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
- Usulan Dikabulkan! Pos SAR Selayar dan Bone Kompak Naik Kelas
- Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Wabup Selayar Temui Kepala BPS Sulsel
- Wabup Muhtar Pimpin Rapat, Persiapan Selayar Meriahkan HUT Sulsel ke-357
- Dari Expo UMKM hingga Anti Mager, Bupati Selayar Aktif dalam Rangkaian Harkopnas 79
- Bupati Natsir Ali Dampingi Menteri Koperasi dan Gubernur Tinjau KDMP Desa Sorowako
- Bupati Kepulauan Selayar terima penghargaan Harkopnas 79 Sulsel di Sorowako Lutim
- Rangkaian Harkopnas ke-79, Bupati Selayar Tanam Kayu Putih di Kawasan Konservasi PT Vale
- Wabup Selayar Bersama Baznas Salurkan Bantuan Rp4 Juta untuk Korban Kebakaran di Batangmata Sapo
Hadiri Rilis PMH, Wabup Selayar Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Hujan

MAKASSAR — Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., menghadiri kegiatan Rilis Prediksi Musim Hujan (PMH) Tahun 2026/2027 yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan diikuti pemerintah kabupaten/kota serta perangkat daerah terkait se-Sulawesi Selatan.
Rilis PMH 2026/2027 dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi.
Baca Lainnya :

Usai mengikuti kegiatan tersebut, Wakil Bupati Muhtar menyampaikan bahwa fenomena El Nino merupakan sebuah siklus, bukan musim. Berdasarkan informasi yang diterimanya, siklus El Nino berlangsung hingga Maret 2027, sementara periode musim hujan berlangsung pada Oktober hingga Maret.
“Untuk tahun 2026, awal musim hujan diprediksi mengalami kemunduran. Prediksi awal hujan untuk wilayah Sulawesi Selatan pada bulan November, sedangkan pada Desember 2026 seluruh wilayah Selayar diperkirakan sudah memasuki musim hujan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa secara umum curah hujan pada 2026 diprediksi mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Berdasarkan prediksi BMKG, Selayar tidak termasuk dalam kelompok daerah yang diprediksi mengalami banjir dan longsor.
Meski demikian, Muhtar menegaskan bahwa langkah mitigasi tetap perlu dipersiapkan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana.
Karena itu, ia meminta para kepala OPD terkait, khususnya BPBD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas PUTR, serta para camat, untuk segera mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan.
“Pembersihan sungai harus dilakukan hingga tingkat desa, termasuk pembersihan drainase, got dan saluran air sampai tingkat RT. Selain itu, kesiapsiagaan peralatan dan personel juga harus dipastikan,” tegasnya.
Menurutnya, langkah antisipasi tersebut penting dilakukan sejak dini agar pemerintah daerah bersama masyarakat dapat meminimalkan potensi dampak yang dapat ditimbulkan selama musim hujan. (Humas IKP Diskominfo SP/IM)











.jpeg)