- Bersama Unhas, Pemda Selayar Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Gelombang II
- Beasiswa untuk Selayar, Bupati Natsir Ali Perjuangkan Hak Pendidikan Generasi Muda
- Hardiknas 2026, Wabup Selayar Tegaskan Komitmen Perkuat Pendidikan sebagai Fondasi Kemajuan Daerah
- Dorong Kedaulatan Maritim, Anggota DPR RI Kunjungi Lokasi Rencana Pembangunan Lanal di Selayar
- Dinkes Selayar Gelar Rakor Pengawasan IRTP, Perkuat Keamanan Pangan Pasca Edar
- Wabup Selayar Hadiri Paripurna DPRD, Rekomendasi LKPJ 2025 Jadi Bahan Evaluasi Kinerja
- Selayar Capai UHC 100 Persen, Wabup Ajak Dunia Usaha Aktifkan Peserta JKN Nonaktif
- Investasi Masa Depan Daerah, Bupati Selayar Perkuat Fondasi Pendidikan Vokasi Bersama UNHAS
- Bupati Natsir Ali Hadiri Rakor KPK–ATR/BPN, Perjuangkan Hak Masyarakat Pesisir
- Bupati Natsir Ali Hadiri Peringatan HUT Damkar dan Satpol PP di Masamba, Tegaskan Apresiasi atas Loyalitas Personel
Gubernur Sulsel Dorong SKAI sebagai KTP Ikan, Bupati Selayar Siapkan Check Point Perikanan

KEPULAUAN SELAYAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan pentingnya penguatan pengawasan wilayah perairan dan tata kelola hasil perikanan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar yang dikenal sebagai salah satu lumbung ikan terbesar di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan Retret Kepala Desa se-Sulawesi Selatan di Rindam XIV Hasanuddin, Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sabtu (13/12).
Dalam sambutannya, Gubernur menyebut Sulawesi Selatan memiliki sekitar 332 pulau, dengan Selayar sebagai daerah yang memiliki potensi perikanan sangat besar.
Baca Lainnya :
- Imbas Cuaca Buruk, Pertamina Gerak Cepat Kirimkan 509 KL BBM untuk Selayar0
- Wakil Ketua FKS Kepulauan Selayar Melakukan Pembinaan Kabupaten Sehat di Desa Tambolongan 0
- Saiful Arif Komitmen Pimpin PWRI Bukan Hanya Bermanfaat Bagi Pemerintah Tetapi Juga Kepada Masyarakat0
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Kegiatan Baznas yang selalu hadir disetiap kesulitan masyarakat0
- Kontingen Pramuka Selayar Dilepas Wakil Bupati, Siap Harumkan Nama Daerah di World Muslim Scout Jamboree 20250
“Selayar ini penuh ikan. Kalau ikan dikasih KTP, rata-rata ikan yang beredar di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia itu dari Selayar,” ujar Andi Sudirman di hadapan para kepala desa.
Ia menekankan perlunya penerapan “KTP Ikan” melalui skema SKAI (Surat Keterangan Asal Ikan) sebagai identitas resmi hasil tangkapan laut. Setiap ikan yang ditangkap di wilayah perairan Selayar, bulukumba, pangkep atau daerah lainnya, harus memiliki kejelasan asal-usul sebelum diedarkan.
“Saya sudah perintahkan Bupati Selayar kasih semua KTP ikannya, bagaimana caranya Awasi semua keliling. Tidak boleh masuk tanpa izin. Setelah tangkap ikan, hitung dan stempel dulu, kasih KTP dulu,” tegasnya.
Menurut Gubernur, penerapan SKAI sangat strategis untuk memastikan hasil perikanan tercatat secara resmi, sehingga Dana Bagi Hasil (DBH) sektor perikanan dapat kembali ke daerah penghasil. Kejelasan asal ikan, lanjutnya, bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga menyangkut keadilan fiskal bagi daerah.
“Kalau asalnya jelas, maka hak daerah juga harus kembali ke daerah. Selayar harus mendapatkan manfaat dari kekayaan lautnya sendiri,” ujarnya.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan penguatan sistem check point perikanan sebagai bagian dari program strategis daerah.
Check point ini akan berfungsi sebagai lokasi pendataan, verifikasi asal ikan, sekaligus penerbitan SKAI, sehingga seluruh hasil tangkapan dari perairan Selayar tercatat resmi sebelum didistribusikan ke luar daerah.
“Kita ingin memastikan ikan Selayar yang keluar terdata dan tercatat, Dengan begitu, Dana Bagi Hasil perikanan tidak bocor dan bisa kembali ke daerah, untuk kesejahteraan nelayan dan pembangunan wilayah kepulauan,” tegas Natsir Ali.
Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemkab Kepulauan Selayar optimistis penerapan SKAI dan sistem check point perikanan dapat menjadi model nasional tata kelola perikanan berbasis asal daerah yang transparan, adil, dan berkelanjutan. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)