- Wabup Selayar Tekankan Sinergi dan Kesiapsiagaan Jelang Arus Mudik Idul Fitri 1447 H
- Sentuhan Nyata di Tanabau: Safari Ramadan Pemkab Selayar Hadirkan Harapan dan Keberkahan
- Bupati Selayar Sambut 16 Dokter Internship, Perkuat Layanan Kesehatan Daerah
- Bupati Natsir Ali Hadirkan Berkah Ramadan bagi Resmiati di Bontotangnga
- Bupati Natsir Ali Saksikan Penandatanganan Perjanjian Kinerja 2026, OPD Diminta Tingkatkan Etos Kerja
- Safari Ramadan Hari Kelima, Bukti Nyata Kepedulian Pemkab Kepulauan Selayar untuk Masyarakat
- Hormati Wapres ke-6 RI, Instansi dan Warga Selayar Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang
- Bupati Selayar Pimpin Ekspose Rencana Kinerja OPD, Tekankan Target Terukur dan Akuntabel
- Tinggalkan Agenda Safari, Bupati Natsir Ali Prioritaskan Bersama Santri, Hadiri Penutupan Muballigh Hijrah di Bontonasaluk
- Wabup Muhtar Pimpin Safari Ramadan 1447 H di Desa Harapan, Salurkan Bantuan dan Gaungkan Program Pertanian
Gubernur Sulsel Dorong SKAI sebagai KTP Ikan, Bupati Selayar Siapkan Check Point Perikanan

KEPULAUAN SELAYAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan pentingnya penguatan pengawasan wilayah perairan dan tata kelola hasil perikanan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar yang dikenal sebagai salah satu lumbung ikan terbesar di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada kegiatan Retret Kepala Desa se-Sulawesi Selatan di Rindam XIV Hasanuddin, Pakkatto, Kabupaten Gowa, Sabtu (13/12).
Dalam sambutannya, Gubernur menyebut Sulawesi Selatan memiliki sekitar 332 pulau, dengan Selayar sebagai daerah yang memiliki potensi perikanan sangat besar.
Baca Lainnya :
- Kontingen Selayar Tiba di Arena Porprov XVII Sulsel0
- Dari Akun Sosmed, Ini Ucapan Idul Fitri Bupati Kepulauan Selayar 0
- DWP Selayar Serahkan Bantuan Korban Gempa 7,4 SR0
- Bupati Kepulauan Selayar Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 5 Selayar0
- Hj. Siti Nur Azizah, Putri Wapres RI Berkunjung ke Selayar0
“Selayar ini penuh ikan. Kalau ikan dikasih KTP, rata-rata ikan yang beredar di Sulawesi Selatan bahkan Indonesia itu dari Selayar,” ujar Andi Sudirman di hadapan para kepala desa.
Ia menekankan perlunya penerapan “KTP Ikan” melalui skema SKAI (Surat Keterangan Asal Ikan) sebagai identitas resmi hasil tangkapan laut. Setiap ikan yang ditangkap di wilayah perairan Selayar, bulukumba, pangkep atau daerah lainnya, harus memiliki kejelasan asal-usul sebelum diedarkan.
“Saya sudah perintahkan Bupati Selayar kasih semua KTP ikannya, bagaimana caranya Awasi semua keliling. Tidak boleh masuk tanpa izin. Setelah tangkap ikan, hitung dan stempel dulu, kasih KTP dulu,” tegasnya.
Menurut Gubernur, penerapan SKAI sangat strategis untuk memastikan hasil perikanan tercatat secara resmi, sehingga Dana Bagi Hasil (DBH) sektor perikanan dapat kembali ke daerah penghasil. Kejelasan asal ikan, lanjutnya, bukan hanya soal pengawasan, tetapi juga menyangkut keadilan fiskal bagi daerah.
“Kalau asalnya jelas, maka hak daerah juga harus kembali ke daerah. Selayar harus mendapatkan manfaat dari kekayaan lautnya sendiri,” ujarnya.

Menanggapi arahan tersebut, Bupati Kepulauan Selayar, Muh. Natsir Ali, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan penguatan sistem check point perikanan sebagai bagian dari program strategis daerah.
Check point ini akan berfungsi sebagai lokasi pendataan, verifikasi asal ikan, sekaligus penerbitan SKAI, sehingga seluruh hasil tangkapan dari perairan Selayar tercatat resmi sebelum didistribusikan ke luar daerah.
“Kita ingin memastikan ikan Selayar yang keluar terdata dan tercatat, Dengan begitu, Dana Bagi Hasil perikanan tidak bocor dan bisa kembali ke daerah, untuk kesejahteraan nelayan dan pembangunan wilayah kepulauan,” tegas Natsir Ali.
Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemkab Kepulauan Selayar optimistis penerapan SKAI dan sistem check point perikanan dapat menjadi model nasional tata kelola perikanan berbasis asal daerah yang transparan, adil, dan berkelanjutan. (HUMAS-IC)
_










.jpeg)