Breaking News
- Sekolah Rakyat Selayar Ditarget Mulai 2027, Wabup Muhtar Dorong Percepatan Pematangan Lahan
- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
Dispora Selayar Canangkan Program Pemberdayaan Model 2 Bambu di Patilereng

SELAYAR, kepulauanselayarkab.go.id - Dinas Kepemudaan dan Olahraga canangkan Program Strategi Pemberdayaan Pemuda melalui Model Dua "Bambu" guna menunjang destinasi wisata di Desa Patilereng Kecamatan Bontosikuyu Kabupaten Kepulauan Selayar.
Hal tersebut disampaikan Kadispora Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Ahmad Ansar, M. Si, saat ditemui diruang kerjanya(18/9).
"Program ini adalah bagian dari skenario pemberdayaan dan pemanfaatan serta pendayagunaan potensi sumber daya lokal yang tersedia baik itu sumber daya alam, manusia maupun nilai-nilai lokal yang terdapat dalam masyarakat, khususnya pemberdayaan pemuda desa," kata Ahmad Ansar.
Lanjut Kadispora bahwa Model "Dua Bambu Cukup" adalah sebuah model pemberdayaan yang memberikan akses dan ruang bagi pemuda untuk mengeksplorasi potensi, kearifan lokal yang bersentuhan dengan aspek kepariwisataan di desanya.
Ia berharap program ini dapat dimanfaatkan oleh pemuda dalam mengembangkan potensi dan sumber yang dimiliki, untuk lebih produktif, serta diharapkan pemuda mampu membangun kekuatan internal desa sebagai sebuah entitas kewilayahan.
"Teknisnya, Pemuda menyiapkan instrument berupa dua Bambu dan dibagikan kepada masing-masing rumah tangga, untuk digantung dirumah, sekali menanak nasi sejumput beras dimasukkan kebambu, sementara bambu yang satu setiap harinya diisi koin 500 atau 1000 rupiah/harinya, dan bambu tersebut per tiga minggu kemudian dijemput dan dikumpulkan. Bambu yang berisi koin dan beras tersebut nantinya diperuntukkan bagi keluarga miskin serta untuk mendukung kegiatan pesta adat di desa yang setiap tahunnya dilaksanakan, " jelas Ahmad Ansar.
Terpisah, Terkait program tersebut salah satu sosok pemuda yang juga berkimprah sebagai Pendamping Desa di Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Afdal Mattalli, menyatakan apresiasinya terhadap program Dua Bambu ini dan berharap program ini diikutkan dalam bursa inovasi desa.
"Saya sangat salut dengan konsep pemberdayaan pemuda desa ini, insya Allah Bulan oktober mendatang kita akan menyelenggarakan bursa inovasi desa, kita sangat harapkan ada inovasi lokal yang bisa kita tawarkan nanti, dan program Dispora ini bisa masuk sebagai salah satu kategori inovasi untuk desa" jelas Afdal.
Selain itu Afdal juga mengatakan, meski program ini baru dirintis namun berharap dapat direplikasi oleh desa lainnya, mengingat program ini dapat menguatkan kembali semangat gotong royong. Disamping itu program ini dapat juga membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu. (ICHAL)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











.jpeg)