Breaking News
- BPBD, Kodim dan Polres Selayar Terus Pantau Perkembangan Gempa, Peringatan Tsunami Berakhir
- Peringatan Tsunami Berakhir, Bupati Selayar Imbau Warga Tetap Tenang dan Tak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi
- Bupati Selayar Respons Cepat Gempa M7,7, Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
- Silaturahmi Kebangsaan, Dzikir dan Doa HUT ke-81 RI, Bupati Natsir Ali Ajak Jaga Kerukunan
- Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kabupaten Digelar di Lapangan Gelora Bontomatene, Camat Rusmin Sampaikan Apresiasi
- Hadapi Perkembangan Zaman, Bupati Natsir Ali Tekankan Nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka
- Pimpin Upacara Hari Pramuka ke-65, Bupati Natsir Ali : Pramuka Harus Berperan Dukung Swasembada Pangan
- Ketua Kwarcab Selayar Pimpin Renungan dan Ulang Janji Pramuka
- Seru-Seruan Sambut HUT Kemerdekaan, Sekda Pandu Lomba Tebak Suara di Sekretariat Daerah
- Jelang HUT ke-81 RI, Tim Penilai Mulai Lakukan Penilaian Kebersihan Kantor OPD
Buka Sosialisasi Penanganan Penyakit Kusta dan Frambusia, Ini Penjelasan Wabup Kepulauan Selayar

SELAYAR, kepulauanselayarkab.go.id - Pertemuan Advokasi, Sosialisasi dan Pelaksanaan Intensifikasi Kasus Kusta dan Frambusia melalui Kampanye Eliminasi Kusta dan Eradikasi Frambusia tingkat Kabupaten Kepulauan Selayar, resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar di Aula Rumah Jabatan Bupati, Jumat, 14/09/2018.
Wakil Bupati Kepulauan Selayar,Dr. H. Zainuddin, S. H., M. H., dalam sambutannya mengatakan, umumnya yang namanya penyakit kusta dan frambusia adalah sesuatu yang tidak mengenakkan, bahkan merugikan sehingga harus dihindari dan disikapi secara proporsional.
"Prinsipnya lebih baik mencegah dari pada mengobati," Kata Wabup
Penyakit Kusta adalah penyakit menular yang sifatnya multikompleks, mulai dari persoalan medis sampai dengan sektor Sosial, Ekonomi, Budaya, Keamanan dan Ketahanan Nasional. Penyakit ini dapat menimbulkan cacat bahkan permanen, terutama bila tidak dilakukan diagnosis dan pengobatan secara dini.
Lebih lanjut Wabup menegaskan bahwa penyakit kusta disebabkan oleh kuman, oleh karena itu jangan percaya dengan mitos yang menyatakan penyakit kusta disebabkan oleh keturunan, kutukan atau guna-guna, tegas Wabup.
Dari data yang ada, persebaran kasus Kusta di Kabupaten Kepulauan Selayar, dari 11 kecamatan, 9 kecamatan memiliki kasus kusta. Terkait itu pemerintah kabupaten melalui Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya baik dalam bentuk pencegahan maupun pengobatan, diantaranya, sosialiasi kusta di desa/kelurahan, intensifikasi kasus kusta secara dini baik secara aktif maupun pasif, penyedian obat berkualitas dan gratis disemua puskesmas dan rumah sakit serta pelayanan gratis untuk semua penduduk selayar.
Namun demikian menurut Wabup, salah satu penghambat penanggulangan kusta adalah stigma negatif dan perlakuan diskriminatif, sehingga berdampak secara psikologis bagi penderita dan menyebabkan penderita enggan berobat karena takut keadaannya diketahui oleh masyarakat sekitar.
Berharap dengan adanya advokasi dan sosialisasi kusta dan frambusia, maka penyebaran informasi penyakit ini dapat sampai kepada masyarakat, sehingga tidak ada lagi stigma dan diskriminasi bagi penderita kusta dan keluarganya.
Selain itu yang lebih utama kita harapkan bersama bagaimana ke depan kegiatan ini menjadi semangat baru dalam upaya koordinasi semua pihak yang terlibat, untuk mencegah penularan Penyakit Kusta yang berujung pada eliminasi kusta di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pada kesempatan ini selain Wabup turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Selayar, Camat, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kepulauan Selayar, serta para partisipan program Kusta dan Frambusia Kabupaten Kepulauan Selayar. (Ichal)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpeg)