- Sekolah Rakyat Selayar Ditarget Mulai 2027, Wabup Muhtar Dorong Percepatan Pematangan Lahan
- EKI OJK Sasar Patilereng, Sekda Selayar Dorong Ekonomi Produktif Warga
- PKK Selayar Perkuat Edukasi Pangan Sehat Lewat Lomba B2SA
- Rakor TPKAD, Bupati Natsir Ali Dorong Akses Keuangan hingga Pulau-Pulau Kecil
- Bukan Sekadar Antrean, Bupati Natsir Ali Dorong Solusi Energi Jangka Panjang
- Bupati Natsir Ali Panggil Agen LPG, Cari Akar Persoalan Penolakan Tabung Berkarat
- Bupati Natsir Ali Kawal Langsung Kedatangan Ribuan Tabung LPG, 600 Tabung Baru Disiapkan
- Ikhtiar Bupati Natsir Ali Hadirkan Listrik untuk Warga Direspons PLN, 8 Lokasi PLTS Disurvei untuk Pembangunan 2026
- 11 Ribu Tabung LPG Baru Disiapkan, Bupati Natsir Ali Tegas: Agen Tak Boleh Menolak, Pertamina Akan Sanksi
- Kementerian ATR/BPN Dukung Penyusunan RDTR Bontomatene, Wabup Selayar Buka FGD
Budaya Dide Dihidupkan Lagi, Bupati Selayar Apresiasi Festival Kelong Sino Ri Bungayya

KEPULAUAN SELAYAR — Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Tri Yanti Rahmawati Natsir, menghadiri Festival Seni dan Budaya Tradisional “Kelong Sino Ri Bungayya” yang digelar di Dusun Sariahang, Desa Bungayya, Kecamatan Bontomatene, Kamis (27/11).
Kehadiran Bupati dan Ketua TP PKK disambut secara adat oleh masyarakat setempat, sebuah tradisi penuh kehangatan yang menandai penghormatan kepada tamu kehormatan.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan barazanji khas masyarakat setempat, sebagai bentuk syukur dan doa sebelum pelaksanaan rangkaian festival.
Baca Lainnya :
- BPK RI Cek Fisik Puluhan Randis Milik Setda Kepulauan Selayar0
- Rahman Made : Juara MTQ XXXI dan Official Dapat Bonus Dari Pemda Selayar0
- Maulid Nabi, Bupati Ingatkan Jajaran Pegawai Pemkab Selayar Tidak Tinggalkan Sholat0
- Wabup Buka Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Peserta Diminta Mengikuti Materi Dengan Baik0
- Mesin Kapal Rusak, 3 Nelayan Tarupa Terdampar di Pantai Langsangiring0
Ketua Panitia dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Kepulauan Selayar atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa festival ini digelar sebagai upaya mengangkat kembali budaya dide, sebuah tradisi yang biasanya dilaksanakan saat pesta panen. Namun demikian, regenerasi pelaku budaya semakin berkurang sehingga diharapkan ada perhatian lebih dari dinas terkait untuk melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Natsir Ali memberikan apresiasi tinggi kepada panitia, pemerintah desa, para tokoh adat, serta masyarakat Bungayya yang telah berinisiatif menggelar Festival Seni dan Budaya Tradisional ini.
"Kelong Sino Ri Bungayya bukan hanya sebuah acara seni, tetapi merupakan cerminan jati diri dan kekayaan budaya masyarakat kita. Tradisi seperti ini adalah warisan leluhur yang tidak ternilai dan harus kita jaga bersama," ujar Bupati.
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya lokal, termasuk tradisi dide yang kini mulai jarang ditemukan.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan meneruskan kearifan lokal kepada generasi muda. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memberikan perhatian, dukungan, dan ruang bagi tumbuhnya kembali kesenian dan tradisi Selayar di setiap kecamatan dan desa," tambahnya.
Bupati berharap festival ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal serta mendorong regenerasi pelaku seni tradisional di Selayar.
Festival Kelong Sino Ri Bungayya berjalan penuh keakraban dan antusiasme, diisi dengan berbagai penampilan seni tradisional yang menampilkan kekayaan budaya masyarakat Bungayya. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat identitas budaya serta menjadi daya tarik wisata budaya di Kepulauan Selayar. (HUMAS-IC)
_











.jpeg)