- Jangan Sampai Ketinggalan! HAMMERHEAD–SELAYAR Fishing Tournament 2026 Siap Digelar 14–15 November
- Pundi-Pundi Medali Selayar Bertambah, Menembak Sumbang Perak dan Perunggu di Porprov XVIII Sulsel 2026
- Hadiri Pembukaan Porprov XVIII Sulsel, Bupati Natsir Ali Beri Semangat Atlet Selayar untuk Tampil Percaya Diri
- Pastikan Kebutuhan Nutrisi Atlet Terpenuhi, Bupati Selayar Kunjungi Dapur Umum dan Makan Bersama Kontingen
- Hari Pertama Pertandingan, Dayung Selayar Langsung Sabet Emas dan Perak di Porprov XVIII Sulsel 2026
- Guru Olahraga Asal Selayar Andi Azis Pimpin Tim Bridge Raih Medali Perak Porprov XVIII Sulsel 2026
- Tiba di Bone, Kontingen Selayar Disambut Hangat Pemkab dan KONI Bone
- Perjuangan Bumi Tanadoang Dimulai, 263 Kontingen Selayar Bertolak ke Porprov Sulsel
- Judo Kembali Sumbang Medali, Dandy Agus Kurniawan Antar Selayar Raih Perak Porprov 2026
- Pejudo Selayar Ryan Rizaldi Buka Keran Medali Porprov XVIII Sulsel 2026, Raih Perunggu di Kelas Junior -55 Kg
BAZNAS-DMI Selayar Santuni Anak Yatim Korban Kapal Tenggelam

KEPULAUAN SELAYAR — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kepulauan Selayar terus melakukan penelusuran terhadap keluarga 14 penumpang KLM Nurul Salsabila yang hingga kini belum ditemukan.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan dengan menggali informasi dari keluarga dan kerabat para korban. Selasa (11/8/2026) pagi, sekitar pukul 09.00 WITA, aktivis PMI Selayar, Patta Lolo DM, BA, mendatangi Kantor BAZNAS Kepulauan Selayar dan bertemu Ketua BAZNAS H. Odding Karim beserta jajaran wakil ketua.
Dalam pertemuan tersebut, Patta Lolo menyampaikan informasi mengenai kondisi Warda Safira, salah seorang anak korban KLM Nurul Salsabila yang kini hidup sebatang kara setelah ibu dan adik semata wayangnya turut menjadi korban dalam kecelakaan laut tersebut.
Baca Lainnya :
- Wabup dan BPR "Tanadoang" Bantu Baznas Beri Solusi 0
- Imam Masjid di Selayar Terima Santunan JKM, Ahli Waris Alm H. Sorabil Serahkan Sedekah Kembali ke Baznas0
- Baznas, PMI, dan Yayasan Teratai Passiana Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kesehatan Warga Miskin di Selayar0
- Bupati Selayar Buka Penerimaan Zakat Mal 2026, Baznas Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 45 Mahasiswa0
- Baznas Selayar Salurkan Bantuan Paket Sembako untuk Jompo Jelang HUT ke-80 RI0
Mendapat informasi itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kepulauan Selayar, Leonardo M. Siregar, segera berkoordinasi dengan Ketua DMI Kepulauan Selayar, Saiful Arif. Keduanya kemudian bersama-sama mengantarkan santunan kepada Warda Safira yang untuk sementara tinggal bersama keluarga tantenya, Andi Sri, di kawasan Ujung Selatan Jalan Jenderal A. Yani, Benteng Selatan, Kecamatan Benteng.
Warda merupakan putri dari almarhum Anwar Kadir yang meninggal dunia pada 1 Januari 2014. Sang ayah meninggal sekitar sepekan sebelum kelahiran adiknya, Andi Januari, pada 6 Januari 2014.
Di hadapan Ketua BAZNAS H. Odding Karim, Ketua DMI Saiful Arif, Wakil Ketua IV BAZNAS Abd. Karim, Wakil Ketua II Leonardo M. Siregar, serta staf BAZNAS Ayyub, Warda menceritakan kondisi keluarganya dengan penuh haru.
"Adik saya sudah kami daftarkan untuk melanjutkan pendidikan di salah satu sekolah di kota ini, SMP 3. Namun sampai sekarang kami belum mendapat kabar, apakah mereka masih hidup atau sudah meninggal," ujar Warda dengan suara bergetar.
Hingga kini, ibu Warda, Sitti Ramadhan, dan adiknya, Andi Januari, masih tercatat sebagai dua dari 14 penumpang KLM Nurul Salsabila yang belum ditemukan.
Wakil Ketua II BAZNAS Kepulauan Selayar, Leonardo M. Siregar, mengatakan BAZNAS dan DMI secara bersama-sama membuka donasi kemanusiaan untuk membantu keluarga para korban yang hingga kini masih menunggu kepastian keberadaan anggota keluarganya.
"BAZNAS dan DMI serentak membuka open donasi. Hasilnya kemudian disatukan dan disalurkan kepada keluarga korban yang sampai saat ini belum ditemukan, dengan prinsip pemerataan, proporsional dan rasional," jelas Leonardo.
Ia menambahkan, dari 14 penumpang yang masih belum ditemukan, terdapat satu penumpang yang hingga kini belum ada pihak keluarga yang melapor. Meski demikian, nama korban tersebut tetap dicatat dan keluarganya akan tetap mendapatkan santunan apabila di kemudian hari ada pihak yang melapor dan dapat memastikan hubungan keluarga.
"Demikian petunjuk Pak Wakil Bupati," kata Leonardo.
Santunan berupa uang tunai kemudian diserahkan kepada Warda Safira untuk atas nama ibunya, Sitti Ramadhan, dan adiknya, Andi Januari. Penyerahan tersebut disaksikan oleh Andi Sri dan suaminya, Alfian, serta Patta Lolo yang juga masih memiliki hubungan keluarga dengan Warda.
Dari penelusuran di lapangan, Warda diketahui memiliki rumah keluarga di Parappa. Namun, sekitar delapan bulan terakhir ia tinggal di Home Stay Belawa milik Ambo Upe, tempat Warda bekerja.
Sejak musibah menimpa keluarganya, Ambo Upe memberikan kesempatan kepada Warda untuk sementara tidak bekerja. Sementara itu, rumah milik keluarga Warda di Parappa saat ini sedang dipertimbangkan untuk dijual, namun keputusan tersebut masih menunggu perkembangan informasi mengenai keberadaan ibu dan adiknya.
Di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti keluarga korban, santunan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban Warda sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat melalui BAZNAS dan DMI Kepulauan Selayar. (Rls)











.jpeg)