Breaking News
- Wakili Bupati, Kadis PUTR Selayar Tegaskan Komitmen Percepatan RDTR
- Bupati Natsir Ali Bawa Selayar Raih TPAKD Award 2026 Terbaik Wilayah Sulawesi
- Wabup Selayar Buka Pemaparan Final FS Pelabuhan Komba-Komba/Lambego dan Bontomatene
- Kadis Kominfo SP Selayar Perkuat Strategi Menuju Predikat Informatif
- Bupati dan Wabup Selayar Angkat Warisan Bahari dan Potensi Pangan di Kirab HUT ke-357 Sulsel
- Nasi Goreng Sayang Istri, Aksi Bupati Selayar Warnai Keseruan HUT ke-357 Sulsel
- Wabup Muhtar Presentasikan Kelapa sebagai Produk Unggulan Selayar dalam Pertemuan OVOP Sulsel
- Bupati dan Wabup Selayar Promosikan Produk UMKM di Sulsel Expo dan Culinary 2026
- Lima Peserta Lolos Administrasi Seleksi Direksi dan Komisaris Bumi Maritim Tanadoang
- Wabup Selayar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi di Forum TPID Sulsel Zona V Bulukumba
Suasana Tazkiratul Maut Briptu Adri Pransiska, Korban Gempa Palu Sulteng

SELAYAR, - Hari kelima kepergian Briptu Adri Pransiska, S. Kom, anggota Sat Brimob Polda Sulawesi Tengah, yang menjadi korban gempa di Palu, digelar Takziah oleh keluarga di rumah duka, Lingkungan Balang Sembo Kelurahan Putabangun Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel, Selasa (2/10/2018) malam.
Sekitar 5 ratusan keluarga dan kerabat datang menghadiri acara tazkiratul maut tersebut, guna menghibur keluarga agar tidak larut dalam kesedihan. Pihak keluarga juga menghadirkan Ustadz Syamsuddin sebagai penceramah.
Hadir pula Ba Bantis Den Gegana Sri Wahyuni, kekasih hati almarhum, yang sudah ada di Selayar sejak jasad Briptu Adri Pransiska tiba di Selayar sampai di makamkan di Lingkungan Rea-Rea beberapa waktu lalu.
Briptu Adri Fransiska, S. Kom diketahui tutup usia dalam umur 26 tahun, anak tunggal pasangan Badaruddin dan Hartati. Seperti disampaikan dalam antaran kata oleh pihak keluarga Mustakim.
Atas nama keluarga almarhum, Mustakim juga menyampaikan terima kasih kepada Sat Brimob Sulteng, Polda Sulsel, Polres Selayar, Kodim 1415 Kepulauan Selayar, atas partisipasinya sehingga jasad almarhum bisa tiba di Selayar.
Ungkapan yang sama juga disampaikan kepada segenap yang hadir sekiranya ada perbuatan yang tidak berkenang selama proses penyelenggaraan jasad Briptu Adri Pransiska, hingga malam takziah digelar.
Sementara menurut Ustadz Syamsuddin, almarhum Briptu Adri Pransiska kematiannya tergolong syahid. Terlebih almarhum sementara melaksanakan tugas sebagai Abdi Negara.
Sekadar diinfokan riwayat singkat Briptu Adri Pransiska, S. Kom, adalah Personil Satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah. Lahir di Selayar Pada tanggal 29 Desember 1992, dan Lulus Diktuk Brimob Polri pada tahun 2012. Almarhum telah beberapa kali menjalankan tugas operasi Kepolisian antara lain, Ops Camar Maleo 2015 dan Ops Tinombala 2016 dan mendapat Tanda jasa Satya Lencana Operasi Kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, gelaran takziah masih berlangsung.
(IM)
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments











.jpeg)