- BAZNAS-DMI Salurkan Santunan kepada Keluarga Korban Tenggelamnya KLM Nurul Salsabila
- Lomba Permainan Rakyat Hut RI Ke81 Semakin Meriah, Sekda Selayar Pantau Langsung Keseruan Hadang Asing
- Semangat Kemerdekaan Membara, ASN, TNI-Polri Selayar Adu Seru di Lomba Permainan Rakyat
- Wabup Muhtar Hadiri Pelepasan Kontingen Jamnas XII 2026 Sulsel di Makassar, Beri Pesan Khusus Kontingen Garuda Selayar
- Baznas, PMI, dan Yayasan Teratai Passiana Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Layanan Kesehatan Warga Miskin di Selayar
- 48 Pramuka Garuda Selayar Siap Berlaga di Jambore Nasional XII, Wabup Muhtar: Anak-anakku Jaga Nama Baik Daerah
- Final Check HUT RI ke-81, Wabup Selayar Tekankan Koordinasi dan Kebersamaan Panitia
- Wakil Bupati Kepulauan Selayar Resmi Luncurkan OPTIMIS ASN
- 839 Mahasiswa Universitas Megarezky Mulai KKN di Selayar, Wabup Muhtar Titip Pesan Bangun Desa Bersama Masyarakat
- Syafina Sampaikan Terima Kasih kepada Pemkab dan Masyarakat Selayar, Harap 151 Program KKN UGM Berdampak Berkelanjutan
Rapat Tim Terpadu Bahas Rencana Penertiban Pengecer BBM Tanpa Izin

SELAYAR - Asisten Pemerintahan Setda Kepulauan Selayar Drs. Suardi, memimpin rapat bersama tim terpadu, di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Jumat (24/5/2019).
Dalam rapat tersebut membahas terkait dengan maraknya pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kota Benteng yang tidak mengantongi izin.
"Dalam rapat ini kita menyamakan persepsi serta merumuskan langkah/tahapan penertiban pengecer BBM yang diawali dalam wilayah kota Benteng," kata Asisten Pemerintahan Drs. Suardi selaku Ketua Tim Terpadu Penertiban BBM, berdasar SK Bupati Nomor 379/V/Tahun 2019.
Baca Lainnya :
- Beduk Takbir dari SSTD, Pappasang To Ha'le Ramaikan Event Silajara Muliang 0
- Pemkab Selayar Peringati Hari Otoda XXII, Wabup Kepulauan Selayar Bacakan Amanat Mendagri 0
- Desa Bontosunggu Wakili Selayar, Tim Lakukan Penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Sulsel 0
- Dirjen Pengelolaan Ruang Laut; Pulau-pulau di Selayar Tidak Dapat Diperjualbelikan0
- Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar Temui Gubernur Sulsel0
Asisten Ekbangkes Ir. H. Arfang Arief yang juga hadir mengatakan selain regulasi BPH Migas yang melarang pengecer menjual BBM tanpa izin, juga dikhawatirkan rentang terjadi bahaya kebakaran yang tidak bisa dihindari.
Sementara peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015 adalah menjadi acuan Sub Penyalur BBM. Salah satu diantaranya berjarak 5 km dari APMS terdekat.
Baca juga : Safari Ramadan, Sekda Marjani Sultan Bagikan Jemaah Kupon Berhadiah
"Salah satu syarat menjual BBM yaitu jarak dari apms dengan pedagang/pengecer yaitu 5 km, sementara di dalam kota benteng ada 2 APMS yang berdekatan," kata Arfang Arief.
Kasat Reskrim Polres Selayar Iptu Arham Gusniar, S.IK, M.H juga menegaskan bahwa acuan penertiban, mengacu pada UU No. 22 Th 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Dijelaskan Sanksi Pidana terdapat pada pasal 53.
Dalam rapat tersebut muncul sejumlah usulan dari peserta, diantaranya selain penertiban pengecer tidak resmi, juga perlu dilakukan penertiban terhadap APMS yang melakukan penjualan bbm kepada pengecer resmi (Sub penyalur yang ditetapkan dengan SK Bupati) maupun yang tidak resmi yang harga jualnya tidak sesuai harga yang ditetapkan oleh pemerintah.
Sementara Kabag. Ekonomi Setda Muh. Arsyad yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengemukakan sebelum melakukan penertiban akan dilakukan sejumlah tahapan, seperti pendataan, dan himbauan kepada pengecer tidak resmi.
"Pada tahapan penindakan nantinya kita berharap cukup sampai pengamanan saja, kecuali setelah itu masih ada yang terus melanggar maka akan berlanjut pada proses hukum.," jelas Muh. Arsyad.
Kabag. Ekonomi mengemukakan diagendakan dalam 1 pekan ke depan telah sampai surat penyampaian/himbauan kepada para pengecer untuk tidak lagi melanjutkan usahanya dan diberi waktu selama 2 pekan, setelah itu masuk ke tahapan penindakan.
"Kita harapkan dapat meningkatkan ketersediaan BBM di APMS, dengan demikian pelayanan kepada masyarakat konsumen semakin membaik apalagi mengingat akan terjadi penambahan jumlah kendaraan yang masuk ke Selayar untuk Idul Fitri," kata Muh. Arsyad.
Hadir dalam rapat tersebut, Dandim 1415 Kepulauan Selayar, para pimpinan OPD terkait bersama tim terpadu lainnya. (IM)










.jpeg)