- Selayar Bersiap Rayakan Usia 421 Tahun, Pameran, Karnaval hingga Pesta Rakyat dan Dzikir Bersama Siap Digelar
- Wabup Muhtar Kobarkan Semangat Bumi Tanadoang, 131 Atlet Siap Berburu Prestasi di Porprov XVIII Sulsel
- Bakti Kesehatan PERMAS Berlanjut, Bupati Natsir Ali bersama Prof Kadir Pantau Langsung Sunatan Gratis 38 Anak
- Baru Seumur Jagung Pimpin PERMAS, Prof. Kadir Hadirkan Harapan Baru bagi Kesehatan Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Apresiasi Prof. Abdul Kadir, PERMAS Hadirkan Bakti Kesehatan bagi Masyarakat Selayar
- Bupati Natsir Ali Tinjau Operasi Bibir Sumbing dan Lelangit secara Gratis, Persembahan DPP PERMAS untuk Masyarakat Selayar
- Kolaborasi PERMAS dan RSUD KH. Khayyung, Tenaga Medis Selayar Perdalam Penanganan Penyakit THT
- Pelantikan DPK PERMAS, Bupati Natsir Ali dan Prof. Kadir Tekankan Persatuan dan Pengabdian
- Konsultasi Publik RDTR Bontomatene, Selayar Matangkan Arah Pembangunan Wilayah
- Final Check Hari Jadi ke-421 Selayar, Wabup Tekankan Sinergi dan Kesiapan Panitia
Potensi Besar Lahan Desa Lalang Bata, 42 Hektar Siap Dikelola untuk Ketahanan Pangan Nasional

KEPULAUAN SELAYAR – Tim Pakar Program Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa (GEMERLAP), yang dipimpin oleh Dr. Arman Amran, menemukan potensi luar biasa dari sebuah lahan milik Pemerintah Desa Lalang Bata Kecamatan Buki. Dari potensi ini, Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Muhtar meninjau langsung lahan tersebut, Kamis (29/5/2025).
Kepada kepulauanselayarkab.go.id, Wabup Muhtar mengatakan, Informasi awal yang diterima dari masyarakat menyebutkan bahwa lahan tersebut memiliki luas sekitar 62 hektar. Namun, setelah dilakukan peninjauan langsung bersama warga, diketahui bahwa luas aktual lahan diperkirakan sekitar 42 hektar.
"Pengukuran akurat masih diperlukan untuk mendapatkan data resmi," kata Wabup Muhtar.
Baca Lainnya :

Dalam keterangannya, lahan tersebut selama ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam jagung, ubi kayu, dan kacang-kacangan. Kondisinya yang subur menjadikannya sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman pertanian, termasuk kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Melihat potensi tersebut, Dr. Arman Amran merekomendasikan agar pengelolaan lahan ini dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dengan pengelolaan yang profesional, lahan ini berpeluang menjadi proyek percontohan nasional dalam mendukung program ketahanan pangan.
Rencana pemanfaatan lahan untuk jangka pendek kata Wabup Muhtar, yaitu penanaman jagung, ubi, kacang-kacangan, pisang, dan sayur-sayuran. Sedangkan untuk jangka panjang yaitu pengembangan perkebunan kelapa dengan target penanaman sekitar 8.400 pohon.
"Potensi ekonominya pun sangat menjanjikan. Jika setiap pohon kelapa menghasilkan minimal 50 butir kelapa per tahun, maka total produksi mencapai 2.400.000 butir. Dengan asumsi harga kelapa Rp5.000 per butir, pendapatan desa bisa mencapai Rp. 2,1 miliar per tahun dalam lima tahun ke depan," jelas Wabup Muhtar.
"Tak hanya memberikan pemasukan bagi desa, pengelolaan lahan ini juga akan membuka lapangan kerja bagi sekitar 20 hingga 40 orang warga sekitar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi mengingat kondisi lahan yang sangat subur dan siap digarap," terangnya.
Wabup Muhtar berharap, langkah tersebut dapat menjadi contoh nyata bagaimana aset desa dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan demi kemakmuran bersama dan ketahanan pangan nasional. (Humas IKP/Im)











.jpeg)