- Bupati Natsir Ali Menjemput Langsung Korban KM Nurul Salsa yang Bertahan 4 Hari di Laut
- Dua Korban KLM Nurul Salsa Ditemukan Selamat, Asmal dan Nurmiati Berada di Atas Kapal Bari Baria 05
- Bupati Selayar Natsir Ali Minta KMP Balibo Dihentikan Sementara, Utamakan Keselamatan Penumpang
- Harapan Terus Hidup, Bupati Selayar Intensifkan Koordinasi Pencarian, Lima Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat
- Wabup Selayar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban KLM Nurul Salsa, Pencarian 24 Korban Masih Berlanjut
- Wabup Selayar Bertolak ke Jampea Bawa Bantuan Logistik bagi Korban KLM Nurul Salsa
- Operasi SAR KLM Nurul Salsa 01, TNI AL Kodaeral VI KRI Marlin-877 Sisir Perairan Selayar Sulsel
- Pimpin Rapat HUT ke-81 RI, Wakil Bupati Tekankan Koordinasi dan Doakan Korban KM Nurul Salsa
- KRI Marlin-877 Bergerak Menuju Lokasi KLM Nurul Salsa, Pemkab Selayar Intensifkan Koordinasi Penyelamatan
- Sekda Selayar Pimpin Rakor Lomba Desa dan Spot Foto, Targetkan Halo Gaes, Kita Lagi di Selayar, Viral
Ini Pengakuan FI Pasien Sembuh Covid-19, atas Perlakuan Selama Menjalani Karantina

KEPULAUAN SELAYAR - Setelah sempat menjalani perawatan pada programnya rekreasi duta covid-19 di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, enam pasien dari Kabupaten Kepulauan Selayar yang terpapar covid-19, akhirnya sudah di pulangkan hari ini, Jumat (10/7/2020).
Enam pasien ini sudah dinyatakan sembuh dan sehat. Seperti wartakan sebelumnya, enam pasien sembuh itu tiba di Pelabuhan Pamatata Selayar pukul 13.30 wita via KMP Kormomolin, selanjutnya dikawal oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 menuju Benteng.
Sejumlah pengakuan muncul dari salah seorang pasien sembuh, atas perlakuan yang didapat selama menjalani karantina dan perawatan baik di Selayar maupun di Makassar Sulawesi Selatan.
Baca Lainnya :
- Vicon Bersama Gubernur Sulsel, Bupati Selayar Sampaikan Tentang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H0
- Ketua Persit KCK Dim 1415 Kepulauan Selayar Serahkan Bantuan APD ke Posko Induk Covid-190
- Update Data Covid-19, Tambahan Tujuh Kasus Positif Covid-19 di Selayar0
- Sebanyak 73 Orang Menjalani RDT di Pelabuhan Pamatata, Alhamdulillah Hasilnya Negatif0
- Pemkab Selayar Terima Bantuan APD dari Para Relawan di Jakarta0
Seperti yang dilontarkan oleh FI warga Kelurahan Benteng Selatan Kecamatan Benteng. Kepada media ini, FI mengatakan pertama kali mengetahui bahwa ia positif terpapar covid-19, ia sempat shock dan panik.
Sebelumnya ia sempat di Swab bersama enam orang lainnya, dan berdasarkan hasil pemeriksaan metode real time PCR yang diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi Klinik RS Universitas Hasanuddin Makassar, dinyatakan positif covid-19.
"Saya sempat panik setelah mendengar kalau hasil swabnya positif, walaupun saya tidak merasakan gejala. Saya membayangkan akan seperti apa rasanya kalau dikarantina, namun ternyata apa yang ada dipikiran saya berbanding terbalik," tutur FI.
Berita terkait : Enam Pasien Sembuh dari Covid-19 Hari Ini Dipulangkan ke Selayar
Dalam pengakuannya, selama menjalani karantina di Selayar, FI bersama enam pasien lainnya diperlakukan sangat baik, dan puas terhadap pelayanan tim medis dari GTPP Covid-19 Kabupaten Kepulauan Selayar.
"Kami diperlakukan dengan baik dengan mengutamakan pelayanan kekeluargaan. Mendengar virus corona sepertinya sangat mengerikan, tapi atas pelayanan tim medis kami merasa puas, sehingga rasa paniknya perlahan-lahan hilang," ucap FI.
Perlakuan yang sama juga didapatkan selama menjalani perawatan pada program rekreasi duta covid-19 di Makassar, Sulawesi Selatan.
"Selama di Makassar, setiap saat kami dihubungi oleh tim GTPP Covid-19 Selayar untuk menanyakan kabar kami, dan itu sangat menyenangkan, tidak seburuk apa yang saya duga," terang FI.
Karena sudah merasakan terpapar covid-19 walaupun itu tanpa gejala, FI berpesan agar tetap mematuhi protokol kesehatan.
"Semua orang patut dicurigai karena semua orang berpotensi untuk menularkan virus. Apalagi saya positif tanpa gejala. Jangan karena teman dekat bahkan keluarga sekalipun lantas kita tidak menjaga jarak, jadi kita harus berhati-hati dan patuh pada protokol kesehatan," imbuhnya.
Meski demikian, FI meminta agar keluarga pasien positif covid-19 jangan dikucilkan, karena paradigma sebagian masyarakat terhadap covid itu sangat mengerikan sehingga merasa ketakutan yang berlebihan.
Sekadar diinfokan bahwa FI dirujuk ke Makassar pada Tanggal 3 Juli lalu bersama enam pasien positif lainnya. (HUMAS/IM)










.jpeg)