Tim Terpadu Survei Kawasan Ekowisata Hutan Kenari di Gojang Utara, Desa Bontomarannu

Tim Terpadu Survei Kawasan Ekowisata Hutan Kenari di Gojang Utara, Desa Bontomarannu

Tim terpadu Pemkab Kabupaten Kepulauan Selayar dipimpin oleh Kepala Bappelitbangda Selayar Drs. H. Basok Lewa melakukan survei kawasan hutan kenari di Dusun Gojang Utara, Desa Bontomarannu. (foto by LO2)


SELAYAR - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Bappelitbangda bersama tim lainnya melakukan survei kawasan hutan kenari di Dusun Gojang Utara Desa Bontomarannu Kecamatan Bontomanai, Minggu (4/11/2018). 

Hutan kenari yang luasnya sekitar 200 hektar ini sangat berpotensi dalam pengembangan kawasan ekowisata hutan kenari dalam wilayah cagar biosfer Kabupaten Kepulauan Selayar. Demikian disampaikan oleh Kepala Bappelitbangda Selayar Drs. H. Basok Lewa saat ditemui di lokasi survei Dusun Gojang Utara. 

"Selayar sudah menjadi pengembangan cagar biosfer dunia. Selain ada pengembangan potensi bahari ada juga potensi hutan. Kita lihat di sini ada sekitar 200 hektare hutan kenari yang ingin kita kembangkan," kata Basok Lewa. 

Kepala Bappelitbangda menilai bahwa hutan kenari di Dusun Gojang Utara sangat spesifik untuk dikembangkan, terlebih hutannya masih sangat terpelihara. 

"Hutan kenari di sini masih sangat terpelihara, bahkan sudah ada yang berumur ratusan tahun. Kita ingin melibatkan masyarakat, paling tidak dengan tujuan ekowisata, studi wisata, sehingga bagaimana ada konservasi. Pohon ini jangan sampai ditebang, dan tetap lestari," terang Basok Lewa. 

Terkait dengan rencana pengembangan ekowisata hutan kenari, Kepala Desa Bontomarannu Ramli menyebut, bahwa masyarakat sangat mendukung kegiatan tersebut. 

"Kami telah melakukan pertemuan secara terbatas dan respon masyarakat sangat positif, apalagi mereka sendiri butuh dukungan untuk pelestarian hutan kenari sebagai mata pencaharian utama," kata Kades Bontomarannu. 

Meski demikian lanjut Kades Bontomarannu, berharap supaya ada kegiatan penunjang untuk pengembangan hasil kenari itu sendiri, yang selama ini kenari masih dijual secara glodokan dan belum terolah. 

"Yang kita harapkan bagaimana mengolah kenari itu supaya lebih bernilai ekonomis," tutup Ramli, Kades Bontomarannu. 

Dalam kegiatan survei hutan kenari ini, diikuti oleh sejumlah pejabat daerah yang terkait dengan tupoksi dan bidangnya. Diantaranya, Kadis Pertanian, Ir. Ismail, Kadis Lingkungan Hidup, Muh. Hasdar, Kadispora dan Kabag Humas dan Protokol Sitti Rahmania, S.H., Kabag  Ekonomi  serta sejumlah kepala bidang dari masing-masing OPD lingkup Pemkab Kepulauan Selayar, Jagawana, NGO dan Media.(tim) 


Berita Populer

Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook