GERAKAN MENGHADAP KE LAUT “LAUT BUKAN TEMPAT SAMPAH”

avatar-1

By Iswar 21 Agustus 2018, 17:02:38 WIBBerita 📖 181

GERAKAN MENGHADAP KE LAUT  “LAUT BUKAN TEMPAT SAMPAH”

Ibu Susi Pudjiastuti Menghadap Laut bersama seluruh Pandu Laut Bitung


Selayar, Minggu, 19 Agustus 2018. Gerakan Pandu Laut Nusantara, Merayakan 73 tahun Indonesia, dilebih dari 76 lokasi pantai dari Aceh sampai Papua diseluruh Indonesia. Gerakan Menghadap Laut ini merupakan gerakan kepedulian laut terbesar yg pernah ada di Indonesia yang dilakukan secara sukarela serta melibatkan lebih dari 20.000 orang dipimpin oleh Ibu Susi Pudjiastuti selaku pembina utama Pandu Laut Nusantara yang juga adalah Menteri Kelautan dan Perikanan bersama 341 mitra yang terdiri dari kelompok masyarakat, komunitas masyarakat adat, nelayan, mahasiswa dan kelompok-kelompok pemerhati lingkungan termasuk kelompok swasta pelaku wisata, musisi, seniman, publik figure dan BUMN lainnya, bersama-sama “menghadap laut” dan merawat serta membersihkan pantai-pantai Indonesia.

 

Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/ tahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik (sumber; BPS & INAPLAS). Sedangkan Kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 Milyar lembar pertahun = 85.000ton kantong plastik (sumber; BPS & INAPLAS). 32% sampah plastik mengotori lingkungan. (sumber World Economic Forum 2016). Sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut microplastics dengan ukuran 0,3 – 5 milimeter. Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut.

 

Pembina utama Pandu Laut Nusantara Susi Pudjiastuti yang juga adalah Menteri Kelautan dan Perikanan mengatakan “Indonesia merupakan negara penyumbang sampah plastik ke lautan terbesar kedua di dunia, Sampah Plastik sangat berbahaya, gerakan ini sebagai bagian dari komitmen kita mengurangi 70 persen sampah plastik di lautan pada 2025,” ucap Menteri Susi.”

 

Dirinya melihat gerakan menghadap laut menunjukan kepedulian masyarakat pada laut Indonesia, aksi ini menjadi salah satu gerakan penting dalam menunjang target Bangsa sebagai Poros Maritim Dunia. “Hari ini kita melihat kepedulian yang luar biasa dari masyarakat Indonesia yang bergerak sukarela di 76 titik dan 28 kapal bergabung di titik titik berbeda” ucap Menteri Susi.

 

Sebagai pembina Gerakan Pandu Laut Nusantara, Menteri Susi pun mengucapkan terimakasih atas bantuan para pihak yang ikut dalam menyukseskan Gerakan Menghadap Laut antara lain kelompok masyarakat, komunitas masyarakat adat, nelayan, mahasiswa dan kelompok-kelompok pemerhati lingkungan termasuk kelompok swasta pelaku wisata, musisi, seniman dan public figure ikut dalam Gerakan Menghadap Laut.

 

Bustar Maitar, Ketua Umum Pandu Laut Nusantara mengatakan “Indonesia harus merdeka dari sampah plastik, pemerintah harus lebih serius dalam melarang penggungaan plastik sekali pakai. Kegiatan hari ini adalah upaya membangun gerakan kerelawanan oleh masyarakat Indonesia untuk merdeka dari sampah plastik. Keswadayaan masyarakat hari ini dalam bersama merawat laut adalah bagian dari kekuatan bersama untuk merawat Indonesia” ucap Bustar.



Sarwono Kusumaatmadja, Menteri Lingkungan Hidup 1993-1998 mengatakan “saya mengapresiasi Gerakan Pandu Laut Nusantara hadir dan bergerak tepat waktu di tengah kecemasan dan keprihatinan yang memuncak terhadap pencemaran laut khususnya oleh limbah plastik. Kegiatan bersih-bersih laut dan pantai yang diadakan serentak di seluruh Nusantara dalam suasana perayaan hari kemerdekaan mudah-mudahan bisa tumbuh menjadi budaya bersih yang akan memaksa kita menganut pola kehidupan berwawasan lingkungan demi masa depan generasi mendatang“ ucap Sarwono.

 

Kegiatan ini digerakkan langsung oleh Sekretariat Pandu Laut Nusantara, Yayasan EcoNusa bersama kelompok-kelompok masyarakat secara swadaya diseluruh Indonesia. Diharapkan dapat menjadi ajang edukasi efektif bagi masyarakat pesisir akan kerugian dan bahaya membuang sampah ke laut.

 

 

 

 

Kontak Media :

Bustar Maitar : 081344666135 (PANDU LAUT NUSANTARA)

Prita Laura : 0811824626 (PANDU LAUT NUSANTARA)

Stephanie : 081311445994 (Media Relation “Menghadap Laut”)

 

Tentang Pandu Laut Nusantara :

 

Dideklarasi di Jakarta, 15 Juli 2018. PANDU LAUT NUSANTARA adalah gerakan kolektif independen dan tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Tidak berafiliasi dengan partai politik tertentu, suku dan kepercayaan tertentu, serta terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat berbasis kesukarelawanan yang memiliki kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat laut Indonesia. Pencetus gerakan ini adalah Ibu Susi Pudjiastuti, sebagai tokoh kelautan, bersama dengan penggiat lingkungan hidup dan tokoh masyarakat: Bramantyo S. Purwadi, Kaka Slank, Ridho Hafiedz, Ony Serojawati, Bustar Maitar dan Aprika Rani, di Pangandaran pada 1 April 2018. Bertujuan Menumbuhkan gerakan mencintai laut dan kepedulian kepada laut, Upaya menjaga dan melindungi laut dari berbagai ancaman, Bentuk aksi nyata untuk merawat kelestarian laut dan seisinya demi masa depan.

 

 

LEMBAR INFORMASI :

 

Selain di Bitung, Kegiatan ini juga dihelat di 75 titik lainnya. Yaitu :

 

Pantai Ulelhelu, belawan, Pantai Ulelhelu, Pantai padang, Pantai pariaman, Perairan Mande, Pulang Unggeh, Kota Palembang, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang, PPN Sungailiat, PPN Tanjung Pandan, Umbul Keong, Pantai Kedu Warna, Teluk Kiluan, Pantai Panjang, Pantai Pulau Dua, Sangiang, Pulau Pramuka, Pantai Tangkolak, Pantai Cidaum, Pantai Pangandaran, Palabuhan Ratu, PPN KEjawanan, Pantai Marina, Tegal, Sayung, Pantai Seribu Ranting, PPN Pekalongan, PPS CIlacap, Pantai Goa Cemara, Pantai Kenjerang, Sidoarjo, Sumenep, Goa Cina, Pantai Pancer Desar Puger, Trenggalek, Lamongan, Banyuwangi, Pantai Muaya, Pantai Kute, Desa Les, Jembrana, Pantai Labuan Balok, Pantai Lamalera, Labuan bajo, Pantai Desa Merdeka, Kota Tarakan, Pantai Kura-kura, Sambas, Pantai Markoni, Banjar Baru, Mamuju, Pantai Pa’ba’dilang Selayar, Kampung Penyu Selayar, Pantai Tanjung Karang, Kota Gorontalo, Kota Kendari, Wakatobi, Pantai Losari, Bone, Pantai Songka, Waeheru, Bandanaira, Pulau Hatta, Pantai Rumah Tiga, Pantai Morotai, Kota Ternate, Pantai Losari, Kota Sorong, Pantai Pulau Arborek, Pantai Sausapor, Pantai Pasir Putih, Teluk Youtefa dan Merauke.

 

Termasuk 28 Kapal Layar Phinisi dan Kapal Layar Wisata :

 

JANGKAR Cleaning area : SEAHORSE - Kendari in Docking area, Mermaid 1 - beach TBA in Komodo, Amira – Komodo, Pearl of Papua - beach in Manokwari, Ambai - beach in Alor, Panunee - in Komodo, Tiare – Maumere, Damai1- Komodo, Ilike – komodo, Kurabesi - Manokwari, Salila - Labuan Bajo, Samambaia-Maumere, MARI – Komodo, PINDITO – Sangean, Blue Manta – Komodo, Sunshine – Bangka, Dewi Nusantara - Cendrawasih Bay, Adelaar – Bali, Arenui – Komodo, Raja Manta – Tifore, La Galigo - Labuan Bajo & sanur, SAMATA - Labuan Bajo, Moana – Komodo, Alila Purnama – Komodo, Alikaai – Lombok, Ocean Rover - Mertasari beach Sanur. 


Berita Populer

Berita Terkait

Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook